Wednesday, August 14, 2013

Perawatan Lanjutan bagi Bayi Baru Lahir

Memotong Kuku Bayi

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu, Merawat bayi baru lahir menjadi pengalaman yang sangat membahagiakan bagi orangtua baru. Peran baru sebagai seorang ibu selain menggembirakan terkadang juga menimbulkan kekhawatiran. Sering timbul banyak pertanyaan. Misalnya memotong kuku bayi, bagaimana cara membersihkan telinga bayi dan bagaimana membersihkan mata bayi? Satu hal yang perlu diperhatikan saat merawat bayi adalah hati-hati, cermat dan tidak mudah panik.

Ada beberapa perhatian penting yang perlu diketahui sehubungan dengan perawatan lanjutan bagi bayi baru lahir. Kebiasaan-kebiasaan yang perlu diketahui agar dapat memberikan perawatan terbaik bagi bayi antara lain :

 

1.    Memotong Kuku Bayi

Kuku bayi memang kelihatan mungil, tipis, dan lembut. Makanya, banyak orang tua khawatir ketika memotong kuku bayinya karena takut melukai jari si kecil.

Sebenarnya, kuku lebih tahan serangan kuman. Akan tetapi, kalau kuku selalu dalam keadaan lembap, jamur dan kuman senang bersarang di sana. Belum lagi kalau kebersihannya kurang terjaga sementara bayi gemar memasukkan jarinya ke mulut yang membuat kukunya terus-menerus lembap. Itu sebabnya, kuku si kecil harus selalu dalam keadaan kering.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunting kuku si kecil .
  • Amati selalu panjang kuku si kecil, mengingat pertumbuhan kuku bayi jauh lebih cepat dari orang dewasa.
  • Potong atau gunting bila terlihat panjang dan tajam. Meski tipis dan lemah, kuku yang panjang bisa menggores wajah si kecil.
  • Potong atau gunting kuku si kecil setelah mandi karena keadaannya masih lunak sehingga mudah digunting. Akan tetapi, kalau bayi anda termasuk yang tak bisa diam, lakukan saat ia tidur lelap di siang hari.

Cara benar merawat kuku bayi :

  • Gunakan pemotong kuku atau gunting yang dirancang khusus untuk bayi.
  • Sebelum digunakan, tak ada salahnya dibersihkan dulu dengan alkohol 70%.
  • Pegang salah satu telapak tangan si kecil dengan tangan kiri anda (lakukan sebaliknya bila anda kidal), lalu lebarkan jarak antara jari-jarinya.
  • Gunting kuku si kecil dengan tangan kanan anda secara perlahan.
  • Bersihkan kotoran yang ada di balik kuku dengan kapas yang dibasahi air hangat.

Perlu diperhatikan :
  • Jangan terlalu sering menggunting kuku bayi karena akan mempermudah terjadinya kerusakan kulit di sekitar kuku.
  • Meski sudah super hati-hati, terkadang terjadi juga sedikit luka di kulit bayi saat anda memotong kukunya. Tak perlu panik. Segera bersihkan darah dengan kapas dan beri obat antiseptik. Jika perlu, kenakan sarung tangan.

2.    Membersihkan Telinga Bayi

Membersihkan telinga bayi tidak serumit yang anda duga. Yang penting, anda tetap tenang meski si kecil selalu menggerak-gerakkan kepalanya. Anda tidak perlu memasukkan bola kapas atau kapas berantai ke dalam lubang telinganya. Cukup bersihkan bagian luar serta daun telingan si kecil.

Telinga bayi sebaiknya dibersihkan dengan cara berikut ini .
  • Lakukan bersamaan waktu ia mandi
  • Basahi waslap dengan air hangat dan beri sabun bayi sedikit. Angkat sedikit kepala si kecil, lalu usap daun telinga serta bagian belakang telinganya. Bilas sampai bersih.
  • Gunakan kapas bulat atau kapas berantai yang dicelup air  hangat, lalu bersihkan luar hingga lubang telinga si kecil, termasuk cerulk-ceruk (lekukan) pada daun telinganya.
  • Keringkan dengan handuk kecil yang lembut.
Cairan lilin di telinga si kecil sebenarnya normal, bahkan berguna sebagai penghalang masuknya kotoran dari luar. Jadi, tak perlu terlalu dirisaukan, kecuali kotoran itu sampai mengeras dan menutupi lubang telinga si kecil.

3.    Membersihkan Mata Bayi

Adakalanya mata si kecil terlihat redup dan terdapat kotoran menempel di kelopaknya. Jangan khawatir, hal ini mudah saja membersihkannya.
  • Bersihkan mata si kecil bersamaan dengan waktu mandinya atau setiap pagi dan sore hari.
  • Sebelum membersihkan, bersihkan dullu tangan anda agar kalau ada kuman di sana tidak berpindah ke mata si kecil.
  • Gunakan kapas bulat yang sudah dicelup air hangat.
  • Usapkan perlahan pada mata si kecil (lakukan dari arah tengah ke luar), jangan bolak-balik.
  • Ganti kapas setiap kali usap. Selain agar kotoran mata yang menempel di kapas tak mengenai matanya lagi, juga agar mata si kecil tak terkontaminasi kuman dari satu mata ke mata yang lain.
Terkadang air mata si kecl terus-menerus keluar. Hal ini karena ada sumbatan di saluran air mata. Atasi dengan memijat secara halus bagian pangkal hidung si kecil.

Penting diingat !! Kalau kotoran mata si kecil tak juga hilang meski selalu dibersihkan, segera bawa ke dokter karena bisa jadi matanya terinfeksi kuman.

Penanganan Bayi Baru Lahir

Peralihan yang berhasil dari janin yang terendam dalam cairan ketuban dan sepenuhnya bergantung pada plasenta (ari-ari) untuk pemenuhan kebutuhan makanan dan oksigennya menjdai bayi yang menangis keras dan bernapas untuk menghirup uadraa merupakan suatu keajaiban.

1.    Membersihkan Bayi Baru Lahir

Bayi yang baru lahir memerlukan perawatan yang baik agar dapat tumbuh secara normal dan sehat. Segera setelah lahir, dokter atau perawat dengan ;lembut akan membersihkan lendir dan benda-benda lain dari mulut, hidung, dan tenggorokan bayi dengan alat pengisap.

Bayi akan segera bernapas sendiri. Bayi kemudian dikeringkan dan dibaringkan di atas selimut hangat yang steril atau di atas perut ibunya. Bayi kemudian ditimbang dan diukur panjangnya.

Dokter akan memeriksa adanya kelainan yang jelas terlihat, sedangkan pemeriksaan fisik secara lengkap akan dilakukan kemudian. Kondisi bayi secara keseluruhan dinilai pada menit pertama dan 5 menit setelah kelahiran dengan menggunakan skor Apgar
.
Skor Apgar adalah penilaian bayi baru lahir yang didasarkan pada
  • Warna kulit bayi (merah muda atau biru),
  • Denyut jantung,
  • Pernafasan
  • Respons bayi, dan
  • Ketegangan otot (lemah atau aktif).
Menjaga kehangatan bayi baru lahir adalah suatu hal yang sangat penting. Sesegera mungkin bayi diberi baju dari bahan yang nyaman, dibedong, dan kepalanya ditutup untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Di samping itu, diberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik untuk perlindungan terhadap infeksi akibat kontak dengan organisme berbahaya selama peraslinan.

Setelah dipindahkan ke ruang perawatan, bayi ditempatkan dalam tempat tidur bayi yang kecil dalam posisi miring dan menjaganya tetap hangat. Menidurkan bayi dalam posisi miring akan mencegah penyumbatan saluran pernapasan oleh cairan atau lendir yang bisa menghalangi pernapasan.

Karena semua bayi baru lahir memiliki sedikit jumlah vitamin K, dokter atau perawat memberikan suntikan vitamin K untuk mencegah pendarahan (penyakit pendarahan pada bayi baru lahir).

Larutan antiseptik dioleskan pada tali pusat yang baru dipotong untuk mencegah infeksi. Sekitar 6 jam atau lebih setelah lahir, bayi dimandikan. Perawat mencoba untuk tidak membersihkan bahan putih berminyak (verniks kaseosa) yang menutupi hampir seluruh kulit bayi baru lahir karena bahan ini membantu melindungi terhadap infeksi.

Di bawah ini beberapa penyebab bayi baru lahir lebih besar atau lebih kecil dari normal .
a.    Lebih Besar dari Normal
  • Ibu menderita diabetes
  • Ibu dengan kelebihan berat badan
  • Bayi dengan kelainan jantung
  • Keturunan
b.    Lebih Kecil dari Normal
  • Ibu memakai obat atau alkohol selama kehamilan
  • Ibu merokok selama kehamilan
  • Ibu dengan konsumsi gizi yang buruk selama kehamilan
  • Ibu yang  tidak melakukan perawatan kehamilan dengan baik
  • Bayi yang terinfeksi dalam kandungan
  • Bayi dengan kelainan kromosom

2.    Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dalam 12 jam pertama setelah bayi lahir. Pemeriksaan dimulai dengan serangkaian pengukuran seperti
  • Menimbang berat badan, rata-rata bayi baru lahir beratnya adalah 3,5 kg;
  • Mengukur panjang badan, rata-rata panjang bayi baru lahir adalah 50 cm;
  • Mengukur lingkar kepala.
Selanjutnya dokter akan menilai kulit, kepala dan wajah, jantung dan paru-paru, sistem saraf, perut, dan alat kelamin bayi.

Kulit biasanya kemerahan walaupun jari-jari tangan dan jari-jari kaki nampak agak kebiruan karena sirkulasi darah yang kurang baik dalam jam-jam pertama kehidupan bayi baru lahir.

Persalinan normal dengan bagian kepala yang lebih dahulu keluar akan mengakibatkan bentuk kepala bayi berubah dan hal ini menetap selama beberapa hari.

Tulang-tulang yang membentuk tengkorak kepala saling bertumpuk untuk memudahkan lahirnya kepala melalui jalan lahir. Memar dan pembengkakan di kulit kepala adalah hal yang sering di temui.

Pada persalinan sungsang, dalam hal ini bokong lahir terlebih dahulu, biasanya tidak terjadi perubahan bentuk kepala bayi, sebagai gantinya, anggota tubuh yang mengalami pembengkakan dan memar adalah bokong, alat kelamin dan kaki. Kadang-kadang bisa terjadi perdarahan dari tulang kepala dan lapisan penutupnya (periosteum) dan mengakibatkan timbulnya benjolan di kepala (sefal hematom) yang akan menghilang dalam beberapa minggu.

Penekanan selama proses persalinan normal bisa menimbulkan memar pada wajah. Tekanan ini juga bisa menyebabkan wajah terlihat tidak simetris. Asimetri pada wajah juga bisa terjadi karena kerusakan pada salah satu saraf wajah. Penyembuhan pada umumnya akan terjadi secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu.

Pemeriksaan jantung dan paru-paru dilakukan dengan stetoskop untuk memeriksa adanya suatu kelainan. Kelainan pada salah satu dari organ ini juga bisa terlihat melalui warna kulit bayi dan keadaannya secara umum. Di samping itu, dilakukan juga pemeriksaan terhadap denyut nadi di lipat paha.

Dokter juga akan memeriksa adanya kelainan pada saraf-saraf dan menguji refleks bayi. Refleks penting pada bayi baru lahir adalah refleks moro, refleks mencucur, dan refleks mengisap.
  • Refleks moro : bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan terentang ke depan tubuhnya seperti mencari pegangan dengan jari-jari terbuka.
  • Refleks mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan memalingkan kepalanya ke sisi tersebut. Refleks ini membantu bayi baru lahir untuk menemukan putting.
  • Refleks mengisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, bayi akan segera mengisapnya.
Pemeriksaan daerah perut dilakukan dengan menilai bentuknya dan memeriksa ukuran, bentuk, dan posisi alat-alat dalam, seperti ginjal, hati, dan limpa. Pembesaran ginjal bisa menunjukkan adanya sumbatan pada aliran keluar dari air kemih.

Pemeriksaan lengan, tungkai dan pinggul dilakukan dengan menilai kelenturan dan kemampuan geraknya. Masalah yang sering dijumpai pada bayi baru lahir adalah dislokasi panggul. Keadaan ini bisa diatasi dengan memasang atau menyimpan dua atau tiga lapis popok pada bayi untuk menahan panggul pada posisi normalnya sampai sembuh. Jika perlu, bisa dipasang bidai oleh seorang ahli tulang.

Pemeriksaan alat kelamin pada anak laki-laki salah satunya untuk memastikan bahwa kedua buah pelirnya lengkap dalam kantong buah zakar. Meskipun jarang dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi baru lahir, buah pelir bisa terpelintir (torsio testis). Hal ini perlu diatasi dengan tindakan pembedahan darurat.

Pada bayi perempuan, bibir vaginanya menonjol. Sisa hormon ibu yang didapat selama dalam kandungan akan menyebabkan bibir vagina ini membengkak selama beberapa minggu pertama.

3.    Memotong Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Ketika ayi lahir, tali pusat tampak berdenyut, tebal, dan biru. Setelah beberapa saat tali pusat menjadi tipis dan putih. Denyutan pada tali pusat berhenti. Kemudian, ikatlah tali pusat itu pada dua tempat dengan pita, benang atau potongan kain yang bersih dan kering. Benang atau pita ini harus baru saja disetrika atau dipanaskan di dalam panggangan. Potonglah tali pusat di tengah, di antara kedua simpul benang.

Memotong tali pusat harus dengan silet yang bersih dan belum pernah digunakan. Sebelum melepaskan bungkusnya, basuhlah kedua tangan sampai benar-benar bersih. Di samping itu, bisa juga menggunakan gunting yang telah di rebus. Tali pusat harus selalu dipotong dekat tubuh bayi. Tinggalkan puntungnya pada bayi sekitar 2 sentimeter.

4.    Biarkan Ibu Segera Menyusui Bayi Baru Lahir

Segera setelah tali pusat dipotong, berikan bayi kepada ibunya untuk disusui. Bayi yang segera disusui oleh ibunya membantu mempercepat keluarnya uri dan dapat mencegah atau mengendalikan pendarahan yang hebat.

5.    Mengeluarkan Uri (Placenta)

Secara normal uri akan keluar 5 menit sampai satu jam setelah bayi dilahirkan, tetapi adakalanya selama berjam-jam.

Memeriksa Uri :
Setelah uri keluar, ambil dan periksalah apakah uri tersebut lengkap. Apabila uri tampak robek dan kelihatannya ada bagian-bagian yang hilang, mintalah segera bantuan dokter. Sepotong kecil uri yang tertinggal dalam rahim dapat menyebabkan pendarahan yang terus-menerus atau infeksi

6.    Melindungi Mata Bayi Baru Lahir

Untuk melindungi mata bayi baru lahir terhadap radang selaput mata (conjungtivitis) yang berbahaya, teteskan satu tetes perak nitrat 1% atau berikan sedikit salep mata tetracycline pada setiap mata segera setelah bayi dilahirkan. Tindakan ini terutama sangat penting jika orang tuanya pernah memperlihatkan tanda-tanda gonorhea.

7.    Menjaga Kebersihan

Perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini :
  • Gantikan popok bayi setiap kali basah atau buang air. Jika kulitnya tampak merah, tukarlah popoknya lebih sering atau sebaliknya jangan menggunakan popok sama sekali.
  • Setelah tali pusat terlepas, mandikan bayi setiap hari dengan sabun bayi dan air hangat.
  • Jika ada lalat atau nyamuk, pasanglah kelambu bayi atau kain tipis pada tempat tidur bayi.
  • Orang-orang yang menderita borok terbuka, demam, influenza, sakit tenggorokan atau sakit leher, TBC, atau penyakit-penyakit infeksi lainnya tidak boleh menyentuh atau mendekati bayi.
  • Letakkan bayi di tempat yang bersih, jauh dari asap dan debu.

8.    Ketelitian dalam Memberikan Obat kepada bayi Baru Lahir

Banyak obat yang berbahaya bagi bayi yang baru lahir. Pergunakanlah obat yang anda yakin dianjurkan untuk bayi baru lahir dan berikan obat hanya jika benar-benar diperlukan. Anda harus yakin dan mengetahui takaran yang benar dan jangan memberikan terlalu banyak. Chloramphenicol terutama berbahaya bagi bayi baru lahir dan lebih berbahaya lagi bagi bayi yang lahir sebelum cukup bulan atau yang berat badannya kurang dari 2 kilogram.

Tindakan Segera Setelah Bayi Dilahirkan

Tindakan yang segera dilakukan terhadap bayi yang baru lahir antara lain sebagai berikut :

  1. Letakkan kepala bayi lebih rendah dari badannya sehingga lendir dapat mengalir keluar dari mulut dan tenggorokan bayi. Pertahankan keadaan ini sampai bayi mulai bernapas.
  2. Letakkan bayi lebih rendah daripada ibu sampai tali pusat selesai diikat. Dengan cara ini bayi akan memperoleh lebih banyak darah dan menjadi lebih kuat.
  3. Jika bayi tidak segera mulai bernapas, gosoklah punggungnya dengan handuk atau kain
  4. Jika ia tetap tidak bernapas, bersihkan lendir dari hidung  dan mulutnya dengan menggunakan balon pompa pengisap atau kain bersih yang dililitkan di sekeliling jari tangan anda.
  5. Jika bayi ini tetap belum bernapas dalam waktu satu menit setelah lahir, lakukan segera pernapasan mulut ke mulut.
  6. Balutlah bayi dengan sehelai kain yang bersih. Jangan membiarkan bayi tersebut kedinginan, terutama bayi yang lahir terlalu awal (bayi prematur). Bungkuslah bayi agar hangat, tetapi juga hindari panas yang sangat. Bungkus sebagaimana anda rasakan jika menyelimuti diri sendiri.

Tuesday, August 13, 2013

Bayi Berat lahir Rendah

Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2,5 kg ketika lahir. Bayi dengan kondisi seperti ini biasanya memiliki berbagai risiko komplikasi kesehatan dan kemungkinan untuk bertahan hidup lebih kecil.

1. Penyebab bayi Berat Lahir Rendah 

Bayi berat lahir rendah bisa disebabkan karena adanya infeksi penyakit atau masalah kesehatan semasa kehamilan, misalnya infeksi vagina pada ibu hamil, adanya masalah kesehatan gigi pada wanita hamil yang bisa menimbulkan infeksi, usia kehamilan yang kurang pas (kurang dari 18 tahun dan lebih dari 44 tahun), dan berat badan ibu saat hamil (kelebihan atau kekurangan berat badan). Selain itu, risiko melahirkan bayi berat lahis rendah akan meningkat akibat adanya faktor lingkungan, seperti banyak terpapar karbon monoksida, rokok, alkohol, dan obat-obatan saat masih dalam kandungan.
Kondisi kejiwaan ibu saat hamil juga amat berpengaruh pada kesehatan janin, misalnya adanya tekanan (stres), kecemasan, kegelisahan, dan rasa tidak bahagia. Kasus bayi berat lahir rendah bisa juga terjadi pada kasus kelahiran bayi kembar (kasus kehamilan dengan jumlah janin lebih dari satu) dan kasus bayi lahir prematur (tidak cukup bulan, yaitu kurang dari 37 minggu). Ibu yang pernah melahirkan bayi prematur akan memiliki risiko lebih besar untuk melahirkan bayi berat lahir rendah pada kehamilan berikutnya.
Risiko kelahiran prematur dapat diturunkan apabila ibu hamil banyak mengonsumsi buah dan sayuran semasa kehamilan. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa konsumsi vitamin C sebesar 100 mg per hari dapat menurunkan risiko kelahiran prematur sebesar 74%.
Bahkan, menurut hasil riset lain juga disebutkan bahwa wanita hamil yang banyak mengonsumsi buah dan sayuran berwarna merah atau oranye yang mengandung beta karoten akan lebih kemungkinannya menghadapi kelahiran prematur. Menurunkan risiko kelahiran prematur berarti juga menurunkan kasus kelahiran bayi berat lahir rendah.
Ibu yang merokok saat hamil biasanya memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Dalam satu batang rokok, mislanya, terkandung lebih dari 2.500 zat kimia yang bisa meracuni bayi. Bayangkan, begitu banyaknya zat kimia yang masuk ke dalam tubuh bayi yang dikandung. Bayi masih memiliki kemungkinan untuk lahir dengan kondisi cukup sehat jika si ibu berhenti merokok pada trimester kedua.

2. Akibat bayi Berat Lahir Rendah 

Berbagai masalah komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi pada kasus bayi berat lahir rendah di antaranya adalah adanya gangguan pada hati, kerusakan saraf, pertumbuhan tubuh kerdil, diabetes, berbagai masalah perilaku, dan risiko kematian. Karena berbagai komplikasi yang mungkin timbul tersebut, bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan mengalami kesulitan untuk bernapas sehingga memerlukan bantuan pernapasan untuk bisa bertahan hidup. Mislanya, dengan bantuan ventilator untuk mengeluarkan karbondioksida dari paru-paru atau bisa juga dengan menggunakan obat-obatan untuk menyelamatkan paru-paru bayi agar bisa bernapas lebih baik.
Bayi adalah manusia-manusia yang lahir sebagai generasi penerus kehidupan. Sungguh amat disayangkan jika akibat kurangnya kesadaran ibu-ibu dalam menjaga kesehatannya semasa hamil, banyak bayi yang terlahir dalam kondisi yang kurang sehat seperti pada kasus bayi berat lahir rendah. Untuk itu, upaya untuk memberikan kesadaran kepada ibu-ibu hamil dalam menjaga kesehatan janin dan kehamilannya.
Merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kasus bayi lahir dengan berat badan rendah.
Ibu hamil hendaknya memperhatikan asupan nutrisi untuk ibu dan janin supaya jangan sampai kekurangan gizi. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari rokok, alkohol, dan obat-obatan, mengatur dan mengolah kondisi emosi kejiwaan agar lebih tenang dan bahagia, serta tetap rutin menjaga dan memantau kondisi kesehatan semasa kehamilan.

Masalah-masalah di Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir

Semua orang tua berharap bayi mereka sehat, tetapi kadangkala masalah kesehatan timbul pada bayi baru lahir dan memerlukan perawatan di NICU (neonatal intensive care unit; unit perawatan intensif bayi baru lahir).
Bila bayi masuk NICU, hampir setiap ibu pasti akan merasa khawatir. Namun, dokter, suster, dan staf lainnya akan melakukan yang terbaik dan memberikan dukungan emosional selama bayi memerlukan perawatan medis.
Staf di NICU adalah yang terlatih pada perawatan bayi baru lahir dan peralatan di NICU ditujukan untuk perawatan bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus.

Bayi yang dikirim ke NICU antara lain sebagai berikut :

1. Lahir prematur 

2. Mengalami kesulitan/masalah selama proses kelahiran 

3. Menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan dalam hari-hari pertama hidupnya.

Lama perawatan di NICU bergantung pada berat ringannya gangguan kesehatan yang dialami bayi. Untuk itu, sangat baik sekali bila kita mengetahui beberapa diagnosis yang umum di NICU.

1. Anemia

Anemia adalah jumlah sel darah merah di bawah normal. Bayi yang anemia dapat mengalami 
a. Henti napas,
b. Tekanan darah rendah,
c. Frekuensi denyut jantung meningkat, dan 
d. Tidur terus-menerus.
Pada bayi prematur, sel darah merah dalam minggu pertama belum terbentuk dan sel darah merah bayi prematur usianya lebih pendek.
Diagnosis anemia didapat dari tes darah. Pada keadaan ringan, bayi dipantau dengan ketat. Pada keadaan berat (bayi < 1.000 gram) mungkin memerlukan transfusi sel darah merah.
Saat jumlah sel darah merah sudah stabil, keadaan yang menyebabkan anemia telah teratasi, bayi aktif, dan tidak memiliki gejala, maka dokter mempersilakan bayi untuk pulang dari NICU dan pemantauan selanjutnya oleh dokter anak.

2. Apnea (Henti Napas)

Bayi yang mengalami henti napas selama 20 detik atau lebih disebut mengalami apnea.
Kejadian selama periode apnea antara lain sebagai berikut :
a. Bayi berhenti bernapas 
b. Denyut jantung menurun
c. Kulit menjadi pucat dan biru atau keunguan karena kekurangan oksigen.

Apnea umumnya disebabkan oleh belum matangnya daerah di otak yang mengatur fungsi pernapasan walaupun suatu penyakit dapat juga menjadi penyebabnya. Bayi yang lahir 30 minggu atau kurang akan mengalami apnea. Apnea ini akan berkurang seiring peningkatan usia.

Untuk mendiagnosis apnea, dokter akan memonitor pernapasan bayi di NICU dan melakukan polisomnogram, yakni menghubungkan bayi dengan monitor dan memantau selama 8-12 jam. Alat ini akan memberikan informasi mengenai frekuensi jantung, napas, dan kadar oksigen dalam darah.
Tata laksana adalah dengan menstimulasi agar bayi bernapas dengan cara mengusap punggung atau menepuk telapak kaki bayi. Bila apnea muncul lebih sering, bayi mungkin memerlukan bantuan obat (kafein atau teofilin) dan alat khusus untuk mengalirkan udara lembap ke saluran pernapasan bayi agar tetap terbuka.
Bayi akan tetap berada di NICU samapi bayi tidak mengalami apnea selama 24-48 jam.

3. Pendarahan Intraventikular

Pendarahan intraventikular adalah pendarahan di otak. Pada keadaan yang berat dapat menyebabkan kejang atau penurunan tekanan darah.
Gejala lainnya antara lain sebagai berikut :
Tidak kuat mengisap/menyusu 
Tangisan melengking 
Henti napas 
Denyut jantung kurang dari normal (bradkardia)
Anemia 

Pendarahan intraventrikular umumnya terjadi pada bayi prematur karena pembuluh darah di otak masih rapuh dan mudah berdarah. Diagnosis dilakukan dengan bantuan USG kepala, sehingga dokter dapat menemukan kumpulan darah di otak.

Tidak terdapat tata laksana khusus untuk pendarahan intraventrikular. Jaid, bayi dirawat di NICU dan dilakukan pengontrolan tekanan darah bayi. Bayi di pantau intensif dan dilakukan USG serial. Jika pendarahan intraventrikular mengakibatkan cairan otak (shunt).
Lama perawatan di NICU bergantung pada beratnya perdarahan yang terjadi. Bayi dengan pendarahan yang berat dapat dirawat dalam hitungan minggu-bulan di NICU dan dapat berisiko mengalami cerebral palsy atau kejang nantinya.

4. Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Duktus arteriosus adalah pembuluh darah yang menghubungkan sorta (yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh) dengan arteri pulmonalis (yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru). Duktus arteriosus membuat darah memintas/tidak melewati paru-paru selama dalam kandungan. 
Saat lahir, duktus arteriosus normalnya tertutup sehingga darah mengalir normal ke seluruh tubuh. Akan tetapi, pada beberapa bayi, terutama bayi prematur, duktus arteriosus tetap terbuka atau patent. Darah dapat mengalir berlebih melalui duktus arteriosus ke pembuluh darah paru-paru sehingga menyebabkan gangguan pernapasan.
Bayi dengan PDA mengalami gangguan pernapasan sebagai salah satu tandanya. Bising jantung dapat mengarahkan dokter kepada PDA yang dikonfirmasi dengan USG jantung.
Dokter dapat memberikan obat yang dapat menutup duktus arteriosus. Jika tidak berhasil atau bayi tidak dapat menggunakan obat tersebut, bayi akan memerlukan tindakan pembedahan untuk menutup duktus arteriosus tersebut.

5. Sindrom Gawat Napas (Respiratory Distress Syndromel RDS)

Salah satu masalah yang sering terjadi pada bayi prematur adalah kesulitan bernapas dan dari beberapa penyebab yang tersering adalah RDS.
Paru-paru pada bayi prematur belum menghasilkan surfaktan dalam jumlah cukup. Surfaktan berfungsi melapisi bagian dalam paru-paru agar tetap terbuka saat bayi lahir dan bernapas.
Dokter akan mencurigai RDS pada bayi prematur atau cukup bulan bila bayi sulit bernapas dan membutuhkan tambahan oksigen. Rontgen paru-paru akan memastikan diagnosis RDS.
RDS dapat ditata laksana dengan baik dan bayi dapat melewatinya. Saat kelahiran prematur tidak dapat dicegah, maka perempuan hamil dapat diberikan obat-obatan sebelum persalinan untuk mencegah terjadinya RDS. Segera setelah lahir, surfaktan buatan dapat diberikan kepada bayi melalui selang pernapasan.
Bayi prematur yang kekurangan surfaktan membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator). Surfaktan buatan dapat mengurangi durasi pemakaian ventilator.

6. Retinopathy of Prematurity (ROP)

Organ mata dari bayi prematur sangat rentan terhadap cedera setelah kelahiran. ROP adalah pertumbuhan tidak normal dari pembuluh darah di retina mata bayi. Sekitar 7% bayi dengan berat badan 1.250 gram atau kurang mengalami kondisi tersebut sehingga mengakibatkan gangguan ringan (butuh kacamata) sampai kebutaan.

Penyebab pasti ROP pada bayi prematur masih tidak diketahui. Sebelumnya terpikir bahwa kadar oksigen yang terlalu tinggi sebagai penyebabnya. Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa kadar oksigen (terlalu rendah atau tinggi) memberikan kontribusi bagi terjadinya ROP.

Pemeriksaan oleh dokter mata anak dilakukan pada bayi prematur untuk mendiagnosis ROP. Untuk kerusakan ringan, dokter melakukan pemantauan berkala. Bila kerusakan berat, pembedahan dengan laser akan diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Wednesday, October 24, 2012

Mengetahui Bayi Sehat atau Tidak Setelah Lahir

Tanda-tanda bayi Lahir Sehat

Berikut adalah tanda-tanda bayi lahir sehat :

  • Segera menangis
  • Pernapasan teratur
  • Banyak bergerak
  • Warna kulit merah muda
  • Berat badan 2,5 kg atau lebih


Tanda-tanda bayi Lahir Tidak Sehat

Berikut tanda-tanda penyakit/kelainan pada bayi baru lahir yang harus segera mendapat pertolongan.

  • Tidak mau minum
  • Mulut mencucur seperti mulut ikan.
  • Kejang-kejang.
  • Napas cepat dan sesak.
  • Diare yang terus-menerus.


Kelainan atau Penyakit yang Dapat Menyebabkan Kematian Bayi Baru Lahir

Kelainan atau penyakit yang sering menyebabkan kematian pada bayi baru lahir antara lain sebagai berikut :

  • Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Berat lahir kurang dari 2,5 kg .
  • Tetanus pada bayi baru lahir (Tetanus neonatorum).
  • Penyakit diare
  • Penyakit infeksi saluran pernapasan akut


Pencegahan Kelainan atau Penyakit

Berikut ini adalah pencegahan yang dapat dilakukan ibu terhadap kemungkinan terjadinya kelainan atau penyakit pada bayi yang baru lahir.

Pencegahan Timbulnya Bayi Berat Lahir Rendah

Untuk mencegah timbulnya kejadian bayi dengan berat lahir rendah dapat dilakukan tindakan antara lain sebagai berikut.

  • Menjaga agar ibu hamil makan lebih banyak atau satu kali lebih sering daripada sebelum hamil.
  • Memeriksakan kehamilan secara teratur, yakni minimal empat kali selama kehamilan : 3 bulan pertama kehamilan minimal 1 kali, 3 bulan kedua kehamilan minimal 1 kali, 3 bulan ketiga kehamilan minimal 1 kali. Bila berat badan ibu naik di bawah 1 kg per bulan, perlu segera ke puskesmas atau dokter.
  • Menghindari kerja berat yang melelahkan dan mendapat istirahat yang cukup selama kehamilan.

Pencegahan Diare pada Bayi Baru Lahir


  • Segera berikan ASI pada bayi baru lahir dan jangan berikan makanan tambahan lain karena ASI terjamin kebersihannya sehingga dengan pemberian ASI dapat mencegah diare dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
  • Gunakan air bersih untuk merawat bayi
  • Buanglah kotoran bayi pada tempatnya.


Mengetahui Keadaan Bayi Baru Lahir

Setelah sekitar 9 bulan menunggu, masa penantian akan berlalu. Ibu akan segera bertemu dengan bayinya. Jika proses kelahiran normal, bayi akan lahir dengan kepala terlebih dahulu tanpa bantuan khusus. Namun, bisa jadi operasi sesar atau cara melahirkan lainnya menjadi alternatif ketika proses melahirkan tidak bisa normal.

Tangisan mengawali kehadiran buah hati yang sudah ibu nantikan. Tali pusat digunting, bayi mungil kemudian ditaruh di atas perut ibu untuk merasakan kedekatan emosional sebelum kemudian diberi handuk atau selimut penghangat. Bayi ibu akan refleks mencari putting susu ibunya.


Umumnya bayi baru lahir akan dianggap sehat bila langsung menangis saat lahir. Seluruh tubuhnya tampak kemerahan dan tidak terlihat pucat atau biru. Selain itu, bayi memiliki gerakan yang aktif dan bisa menetek dengan kuat. Selain itu berat bayi sehat minimal 2,5 kg.


Bayi baru lahir akan melalui serentetan masa transisi, baik dalam pernasapan, metabolisme, nutrisi, pembuangan bilirubin, sirkulasi darah, maupun keseimbangan gula darah. Oleh karenanya, bayi juga perlu serangkaian pemeriksaan umum, yang biasa disebut skor Apgar.

Pada tahap ini akan diketahui fungsi otak dan sirkulasi darah saat lahir serta efektivitas pernapasan dan adaptasi sirkulasi darah sesudah bayi lahir. Biasanya bayi membutuhkan waktu 1-2 menit untuk mencapai pola napas yang efektif, dalam hal ini bayi sudah bisa bernapas dengan baik dan kulitnya tampak merah muda. Dengan cara ini akan diketahui bayi mana yang membutuhkan pertolongan dan yang tidak.

Melihat bayi baru lahir, mungkin Anda akan kaget. Mungkin anda membayangkan bayi Anda seperti dalam iklan, tetapi Anda mendapatkan bayi yang ditutupi lapisan lemak dengan wajah merah keriput dan bentuk agak aneh. Anda tidak perlu cemas karena hanya sedikit bayi yang lahir nampak langsung sempurna. Semua keanehan itu akan menghilang dalam beberapa minggu.

Meski baru lahir, bayi sebenarnya sangat tangguh. Tidak perlu ada kekhawatiran untuk menggendongnya meskipun tampak ringkih. Ketika bayi lahir, berat dan panjang badan serta lingkar kepala akan berbeda-beda. Umumnya bayi lahir dengan berat 3-3.5 gram, panjang sekitar 50 cm, dan lingkar kepala 37 cm. Pada hari-hari pertama kelahirannya, berat bayi akan mengalami penurunan. Namun, dalam waktu 4-5 hari berat badannya akan kembali naik.


Pada bayi baru lahir, tumbuh rambut halus (lanugo) disekujur tubuhnya, tertutama pada bayi prematur. Rambut ini akan hilang secara perlahan pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Begitu pun pada rambut kepala, dalam waktu beberapa minggu akan rontok dan akan tumbuh rambut yang permanen.


Kelopak mata bayi baru lahir tampak agak sembab. Bahkan pada konjungtiva (mata bagian putih) juga tampak merah akibat pendarahan ringan. Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.

Terkadang pada mata bayi baru lahir tampak berair. Hal itu karena sebagian saluran mata pada bayi belum terbuka. Hal ini juga tidak perlu dirisaukan karena saluran ini akan membuka dengan sendirinnya.

Perawatan Lanjutan bagi Bayi Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang gampang, apalagi jika Anda baru menjadi seorang ibu, Merawat bayi baru lahir menjadi pengalama...