Laman

Perawatan Lanjutan bagi Bayi Baru Lahir

1.    Menggunting Kuku
Kuku bayi memnang kelihatan mungil, tipis, dan lembut. Makanya, banyak orang tua khawatir ketika memotong kuku bayinya karena takut melukai jari si kecil.

Sebenarnya, kuku lebih tahan serangan kuman. Akan tetapi, kalau kuku selalu dalam keadaan lembap, jamur dan kuman senang bersarang di sana. Belum lagi kalau kebersihannya kurang terjaga sementara bayi gemar memasukkan jarinya ke mulut yang membuat kukunya terus-menerus lembap. Itu sebabnya, kuku si kecil harus selalu dalam keadaan kering.

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunting kuku si kecil .
  • Amati selalu panjang kuku si kecil, mengingat pertumbuhan kuku bayi jauh lebih cepat dari orang dewasa.
  • Potong atau gunting bila terlihat panjang dan tajam. Meski tipis dan lemah, kuku yang panjang bisa menggores wajah si kecil.
  • Potong atau gunting kuku si kecil setelah mandi karena keadaannya masih lunak sehingga mudah digunting. Akan tetapi, kalau bayi anda termasuk yang tak bisa diam, lakukan saat ia tidur lelap di siang hari.

Cara benar merawat kuku :
  • Gunakan pemotong kuku atau gunting yang dirancang khusus untuk bayi.
  • Sebelum digunakan, tak ada salahnya dibersihkan dulu dengan alkohol 70%.
  • Pegang salah satu telapak tangan si kecil dengan tangan kiri anda (lakukan sebaliknya bila anda kidal), lalu lebarkan jarak antara jari-jarinya.
  • Gunting kuku si kecil dengan tangan kanan anda secara perlahan.
  • Bersihkan kotoran yang ada di balik kuku dengan kapas yang dibasahi air hangat.

Perlu diperhatikan :
  • Jangan terlalu sering menggunting kuku bayi karena akan mempermudah terjadinya kerusakan kulit di sekitar kuku.
  • Meski sudah super hati-hati, terkadang terjadi juga sedikit luka di kulit bayi saat anda memotong kukunya. Tak perlu panik. Segera bersihkan darah dengan kapas dan beri obat antiseptik. Jika perlu, kenakan sarung tangan.

2.    Membersihkan Telinga
Membersihkan telinga bayi tidak serumit yang anda duga. Yang penting, anda tetap tenang meski si kecil selalu menggerak-gerakkan kepalanya. Anda tidak perlu memasukkan bola kapas atau kapas berantai ke dalam lubang telinganya. Cukup bersihkan bagian luar serta daun telingan si kecil.

Telinga bayi sebaiknya dibersihkan dengan cara berikut ini .
  • Lakukan bersamaan waktu ia mandi
  • Basahi waslap dengan air hangat dan beri sabun bayi sedikit. Angkat sedikit kepala si kecil, lalu usap daun telinga serta bagian belakang telinganya. Bilas sampai bersih.
  • Gunakan kapas bulat atau kapas berantai yang dicelup air  hangat, lalu bersihkan luar hingga lubang telinga si kecil, termasuk cerulk-ceruk (lekukan) pada daun telinganya.
  • Keringkan dengan handuk kecil yang lembut.
Cairan lilin di telinga si kecil sebenarnya normal, bahkan berguna sebagai penghalang masuknya kotoran dari luar. Jadi, tak perlu terlalu dirisaukan, kecuali kotoran itu sampai mengeras dan menutupi lubang telinga si kecil.

3.    Membersihkan Mata
Adakalanya mata si kecil terlihat redup dan terdapat kotoran menempel di kelopaknya. Jangan khawatir, hal ini mudah saja membersihkannya.
  • Bersihkan mata si kecil bersamaan dengan waktu mandinya atau setiap pagi dan sore hari.
  • Sebelum membersihkan, bersihkan dullu tangan anda agar kalau ada kuman di sana tidak berpindah ke mata si kecil.
  • Gunakan kapas bulat yang sudah dicelup air hangat.
  • Usapkan perlahan pada mata si kecil (lakukan dari arah tengah ke luar), jangan bolak-balik.
  • Ganti kapas setiap kali usap. Selain agar kotoran mata yang menempel di kapas tak mengenai matanya lagi, juga agar mata si kecil tak terkontaminasi kuman dari satu mata ke mata yang lain.
Terkadang air mata si kecl terus-menerus keluar. Hal ini karena ada sumbatan di saluran air mata. Atasi dengan memijat secara halus bagian pangkal hidung si kecil.

Penting diingat !! Kalau kotoran mata si kecil tak juga hilang meski selalu dibersihkan, segera bawa ke dokter karena bisa jadi matanya terinfeksi kuman.

Cloud

Perkembangan Janin Dalam Kandungan dari Minggu ke Minggu Perkembangan Bayi Dalam Kandungan Perkembangan Bayi Dalam Kandungan dari Minggu ke Minggu TINDAKAN DAN PEMERIKSAAN SEGERA SETELAH BAYI LAHIR Akibat bayi Berat Lahir Rendah Aktifitas Pergerakan Bayi dalam Kandungan Amankah USG (Ultrasonografi) bagi Bayi dalam Kandungan? Arti dari Ekspresi Wajah Bayi Bayi Berat lahir Rendah Cara Memberi Minum Bayi Cara Merawat Bayi Cara benar merawat kuku bayi Ekspresi Bayi Lapar Ekspresi Bayi Mengantuk Ekspresi Bayi Senang Ekspresi Bayi Siap untuk makan Ekspresi Bayi Terkejut Ekspresi Bayi puas Ekspresi Berikan susu sekarang Foto foto Bayi Sedang Tidur Frekuensi Pergerakan Bayi dalam Kandungan Kenali Gejala Kelahiran Bayi Prematur Kenali Warna Kulit Bayi Lahir prematur Masalah-masalah di Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir Mencegah Bayi Lahir Prematur Mengetahui Bayi Sehat atau Tidak Setelah Lahir Mengetahui Keadaan Bayi Baru Lahir sejak Dini Merangsang Kecerdasan Bayi Sejak Dini NICU Pembersihan Bayi Baru Lahir Penanganan Bayi Baru Lahir Pencegahan Diare pada Bayi Baru Lahir Penyebab bayi Berat Lahir Rendah Perawatan Lanjutan bagi Bayi Baru Lahir Perbedaan Gerakan Bayi Berbeda dengan Bayi Lainnya Perkembangan Bayi 0 sampai 12 Minggu Perkembangan Bayi 13 sampai 28 Minggu Perkembangan Bayi 29 sampai 40 Minggu Perkembangan Janin Dalam Kandungan ROP Saat Ibu Hamil Mulai Merasakan Gerakan Bayinya Tahap Embrionik Tahap Pre-embrionik Tahap fetus (janin) Tanda-tanda bayi Lahir Sehat Tanda-tanda bayi Lahir Tidak Sehat USG Ultrasonografi kesulitan/masalah selama proses kelahiran tanda-tanda gangguan kesehatan dalam hari-hari pertama hidupnya